Ketika hujan turun, emosi bahagia menahun
Ranting, daun, dan akar menari bahagia
Sorak dalam hiruk pikuk pesta
100 hari terlewat suka ria
’Tiba-tiba badai muncul beserta kilat’
Aku takut
Ingin kubersembunyi
Namun kilauan cahaya marah dewa menembus diri
Sekali, dua kali, tiga kali, sekian kali…
Aku pun menyerah dalam sepi
Biarkan dia yang menguasai menebang
Bukan hanya ranting tapi keseluruhan
Tak ada lagi nafas kehidupan disini
Daun tak lagi berfotosintesis
Dimalam ular datang mendesis
Aku sendiri
Akar coba kumpulkan air
Susah, payah, lelah
Dimanakah sisa yang telah kalah?
Sirnakah dialiran darah?
Aku coba merangkak
Hujan meminta maaf akan kehadiran
Dewa meminta maaf akan kemarahan
Aku menunduk akan ketidakberdayaan
What to apologize?
Maaf adalah telat
Dan tak ada yang salah
Hanya permainan cuaca
Tunggu, maka segera matahari kan datang
Kapan adalah pertanyaan
Bagaimana adalah pertanyaan
Kenapa… adalah pertanyaan…






0 comments:
Post a Comment