Aku bukan penggemar cokelat karena aku gak suka aja haus kalo abis mam cokelat. Aku juga bukan penyuka strawberry karena rasanya terlalu kecut buat lidah aku. Tapi… beberapa hari kemaren strawberry yang dibalut cokelat telah meluluhkan hati aku.. *ciee bahasanya euy :p
Jadi ceritanya gini…
Lately aku merasa gak nyaman aja bersama pacar aku. Bukan karena kami lagi ada masalah ato apalah.. Semua berjalan baik-baik saja dengan dia yang masih tetap cowok 'sempurna' seperti saat pertama kenal. Setelah aku cari-cari sebab ketidak-nyaman-an yang aku rasakan, akhirnya dengan berat hati aku harus mengakui kalo akulah penyebabnya. Aku aja yang mendadak paranoid…
Daripada terus merasa gak nyaman dan merasa bersalah karena merasa membohongi dia, muncullah pikiran buat putus saja. Sempet juga curhat sama seseorang dan dapet masukan (tepatnya ditakut-takutin), "sebelum terlanjur, ya mending cepet-cepet aja diputusin", begitu katanya.
Semalamn suntuk aku memeras otak mencari cara mutusin si pacar aku ini. Apa alasannya? Gimana ngomongnya? Kapan? Dimana? Dan seabrek pertanyaan dan pertimbangan yang yang harus dijawab. Sampai akhirnya niat aku bulet buat mutusin besoknya..
Niat bulet semangat baja hasil kerja keras memeras otak semalaman ternyata harus menyerah lumer dengan sia-sia ketika keesokan paginya si pacar membangunkan aku dengan sebuket bunga dan sekotak strawberry berbalut cokelat disertai senyumannya yang mengalahkan cerahnya matahari pagi itu.
Duh! Apa iya aku sanggup putus dari dia? Apa iya aku tega merusak senyuman yang indah itu? Aku gak bisaaaaa…. Huwaaaaa…
Pada akhirnya… Aku kembali berkutat dengan pertimbangan "PUTUS?" ato "GAK?"






1 comments:
Moga2 post curhat ini gak lantas mengubah blog ini jadi blog menye-menye. Wakakakaka…
Post a Comment