Aku hanya berteman sejumput kata dan sebatang penabahkan tak mampu kugoreskan rasa
karena airmata selalu mengaburkan makna
pada baris pertama
Pahatan pujangga dalam hati, kubaca lagi
"Hanya dalam kata-kata dan keluhan kenyamanan dapat kunikmati"
Ketika tiba saatnya
Orang-orang terkasih telah sampai pada sakitku,
mengecap sesakku, rasakan senyumku
yang tak lagi sejingga halimun pagi
kuhapus lipstik dan kubuka topeng jiwa yang berkarat
kubasuh muka, tanpa make up mereka lihat
sebongkah jiwaku telah rapuh
"Kejujurannku tak lagi berdebu”
Mama, Papa... aku mencintai DIA






0 comments:
Post a Comment