Aku yang berkuasa..
Bukanlah jarak yang memisahkan..
Bukan langit yang menentukan..
Akulah yang menentukan pilihan akan hidup aku..
Aku yang menjalani setiap persimpangan jalan..
Akulah yang mengendalikan setir kehidupanku..
Ketika aku harus mengambil putaran dan tersesat, siapakah yang harus aku salahkan?
Diriku sendiri.
Tidak ada nasib yang terlalu jahat.
Tidak ada hidup yang terlalu susah.
Manusialah yang jahat.
Manusialah yang membuat segala sesuatu tampak begitu susah.
Dan manusia jugalah yang menyalahkan manusia lain atas apa yang sesungguhnya merupakan pilihannya!
Kadang manusia sering berkoar banyak.
Katakan benci namun mencari.
Katakan cinta namun dihati.
Katakan baui namun berlari.
Katakan datang namun... tunggu saja sampai mati!
Talk MORE, Do LESS! Hahahahahahaha.... (is that a suggestion? :D)
Thursday, July 31, 2008
"Aku" yang berkuasa
Wrote by Lo 1 comments
Dia Bodoh
Dia memang bodoh.
Setidaknya begitulah menurutku. Seseorang yang telah aku sakiti namun tetap menginginkan untuk bersama denganku. Aku tidak pernah mengerti cinta-nya. Cinta yang tetap bertahan dan tetap menerima apapun yang telah terjadi. Cinta yang mampu diam ketika ingin memperjuangkan keadilan. Cinta yang tetap diam namun selalu ada disana, memperhatikan dalam sepi.
Aku selalu mempertanyakan hal ini padanya. "Aku ga ngerti, wahai 'hidupku', mengapa cintamu begitu besar (dan bodoh) kepadaku". Aku selalu bertanya ketika aku tidak mengerti. Banyak hal yang aku pertanyakan dalam hidup, hal-hal yang tidak sesuai dengan logika.
Aku tidak pernah mengerti cinta-nya, karena walaupun aku jatuh cinta padanya, aku tetap tidak merasakan cinta sebesar cintanya. Cinta terbesarku adalah diriku sendiri.
Lalu dia menjawab, "Tidak ada yang bodoh dalam cinta (setidaknya dalam pikirannya, kalo menurutku tetap saja banyak yang bodoh dalam cinta)."
Dan aku katakan ini bahwa aku mencintainya.
Wrote by Lo 0 comments
Monday, July 21, 2008
Cukuplah Aku Jadi Pelacur...
Bila kau bertanya padaku,
perempuan seperti apakah aku ini,
maka kujawab dalam keluguanku,
bahwa aku perempuan biasa saja ...
Aku bukanlah Siti Khadijah,
perempuan solehah yang menjadi idola sang Nabi,
perempuan yang menjadi acuan tertinggi kaumnya,
perempuan yang penuh pengabdian dalam hidupnya ...
Aku juga bukanlah drupadi
yang memiliki paras dewi
yang menaklukkan hati kelima pandawa
Bila kau bertanya lagi,
akan seperti apakah aku jadinya nanti,
maka akan kujawab,
cukuplah aku menjadi pelacur yang masuk surga,
hanya karena kebaikannya memberi minum anjing yang kehausan ...
Aku tak pernah bermimpi muluk sebagai perempuan,
aku tak pernah memasung pikiran untuk menjadi perempuan sempurna,
inilah aku,
perempuan biasa yang penuh kekurangan ...
Aku yakin,
bahwa sebuah ajaran tak pernah mengkotak-kotakkan manusia,
dalam kriteria baik dan jelek, hitam dan putih,
karena Tuhan mempunyai pertimbangan sendiri,
dalam menentukan nasib umatNya,
juga umat perempuanNya ...
Aku yakin,
bahwa sebuah keyakinan adalah hubungan antara
manusia
dan tuhannya,
bukan terpatok oleh ukuran manusia biasa ...
Ulangilah bertanya padaku,
maka tetap akan kujawab,
aku bukanlah Mother Theresa,
sang perempuan agung yang berhati mulia
saat menunaikan tugas kemanusiaannya dalam hidup ...
Cukuplah aku menjadi pelacur yang masuk surga,
hanya karena kebaikan setitik ...
Wrote by Juminten 0 comments
Friday, July 18, 2008
5 TOP DANCE CLIP
5. Work It (Missy Elliot)
Hehe, cuma suka anak kecil yang melakukan street dance. Kayanya jago banget dia.
4. POP (Nsync)
Memang dahsyat gerakan ciptaan Wade Robson ini. Setiap video klip ini muncul, aku selalu menunggu bagian dance-nya, malahan aku punya potongan klip-nya. ;p
3. Doesn’t Really Matter (Janet Jackson)
Dibagian pertengahan akhir klip, Janet berada disebuah ruangan dimana ia berpijak pada lantai yang bergerak mengikuti gerakan tubuh. Musik dan gerakan terlihat begitu menyatu. Cool!
2. Like I Love You (Justin Timberlake)
Sejak awal lagu si Justin udah nari-nari, keren banget!
1. Smooth Criminal (Michael Jackson)
Damn! Video klip yang juga menyerupai film pendek ini berisi tarian-tarian yang sangat berseni. Aku juga suka bagian anak kecil yang meniru tarian Michael Jackson. Well, I’ve planned to dance the song this semester on any campus’ occation.
Wrote by Lo 0 comments
5 Top Psychology Movie
5. A Beautiful Mind
Adegan paling psikologi:
John Nash (Russell Crowe) menganggap dirinya adalah agen CIA, kemudian melakukan enkoding terhadap data-data yang luar biasa rumit.
4. Gothika
Adegan paling psikologi:
Halle barry, seorang psikiater secara tidak sadar terasuk membunuh dan memutilasi suaminya. Ia kemudian menjadi pasien di rumah sakit jiwa dimana ia biasa berpraktek. Ketika ia mencoba meyakinkan semua orang tentang kebenaran yang ia katakan, semua orang hanya menganggapnya gila. ‘the harder you try to convince them, the crazier you look’. ;)
3. The Cell
Adegan paling psikologi:
Ketika Catherine (J-Lo) memasuki pikiran seorang psikopat schizophrenia yang sedang koma untuk mengetahui dimana ia menyekap gadis yang akan ia bunuh. Cool!
2. Basic Instinct
Adegan paling psikologi:
Catherine Tramell (Sharon Stone) menggunakan kepintarannya dalam novel yang ia tulis sebagai alibi pembunuhan yang ia lakukan terhadap kekasihnya sendiri. Btw, adegan seks-nya boleh juga, hahaha.
1. Silence of The Lamb
Adegan paling psikologi:
Dr. Hannibal Lecter (Anthony Hopkins) membantu Clarice Starling (Jodie Foster) melakukan ‘profiling’ terhadap pembunuh berantai yang menguliti korbannya untuk dijadikan pakaian. Keren banget cara Dr. Lecter melakukan profiling. FILM PINTAR!!
Wrote by Lo 0 comments
KUNGFU PANDA
Film Kungfu Panda tuh lucu banget!! Kayanya baru pertama kali aku nonton di bioskop yang suara ketawa riuh penontonnya ngalahin suara film-nya. Hehe. Aku nonton film ini dua kali, satu kali dengan someone special, satu lagi sama adik.
Film-nya bercerita tentang ‘seekor’ Panda yang bermimpi untuk menguasai kungfu, padahal dia gendut dan suka makan. Segalanya berubah ketika ia ditunjuk sebagai ‘dragon warrior’ untuk menyelamatkan desa dari serangan macan yang terobsesi dengan gulungan naskah yang berisi jurus naga.
Menurut aku film ini sangat bagus. Di dalamnya berisi berbagai macam kebijaksanaan. Antara lain untuk menghargai ‘hari ini’, untuk percaya, dan untuk melihat keunikan didalam diri.
“Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift. That’s why they call it ‘present’”
Kedua kali menontonnya, mataku beberapa kali berlinang ketika mendapatkan insight dari film ini. Hehe, aku memang suka banget nanis klo nonton, pernah dikelas mata kuliah etika ketika nonton ‘gone baby gone’, kayanya aku yang nangis sendiri aja diantara ratusan orang yang nonton itu. Terharu gitu.
Tapi film ini memang lucu banget, sampe se-bioskop pada teriak-teriak ketawa cekakan.
Anyway, salah satu tokoh di film ini mengingatkan aku pada diriku. Tokoh yang jahat-nya hahahha. Tai Lung. Jadi ceritanya si Tai Lung ini diasuh oleh master Shi Fu (guru kungfu), setiap hari diajarkan kungfu, dan master Shi Fu melihat potensi yang ada dalam diri Tai Lung untuk menjadi dragon warrior. Namun guru-nya Shi Fu, si kura-kura tidak menyetujui hal tersebut, sehingga Tai Lung mengamuk di desa dan berusaha merebut naskah naga dengan usahanya sendiri sampai mencelakakan seluruh desa.
Ada satu kalimat yang aku ingat ketika dalam kemarahannya, Tai Lung menyalahkan master Shi Fu karena kenyataan bahwa ia tidak bisa menjadi dragon warrior, ‘You fill-up my days with hopes and dreams (yang pada kenyataannya impian dan harapan itu ternyata sia-sia”. Uhm, I felt the same anger as he felt.
“You fill-up my days with hopes and dreams. I believed you! Although my friends often suggested that I’ve been fooled by you, that you would never come to hug me, that you were lying when you said all the reasons you had. But I DID believe you! Moreover, I put my ears closed, warned them to stay out of my business, not to contaminate my trust on you. I doubtlessly talked to myself that someday they would see that I was right about you.
Until I finally found that everything you’ve said was vanity. I was greatly disapointed. It is life, maybe in this case I was the stupid one to easily, foolishly believe on somebody. Now while everybody asking ‘How is it Lora? Where is the one you’ve been proud about?’ Hmm, I can only smile, and say embarassedly that I don’t even know.
Not the shame, nor the pain is worst. But ONE thing I HATE the most: I felt sorry that I could not prove them that they were wrong about you…”
Dan hubungannya dengan Kungfu Panda? Ya itu aja, mengingatkan aku pada hal yang aku benci. Yesus. :P Nah hubungannya sama Yesus? Ya berhubungan dengan Kungfu Panda dan Lora. :P
Wrote by Lo 3 comments
Wednesday, July 16, 2008
Rubik's Cube...!! Love it...!
Dari kemarin maenin ni kubus terus... ;)
Yang lum sese tinggal layer terakhir..
Yang udah sese.. Dari bangun tidur makanya rambutnya diri..
Sampe beli lagi.. Dan berniat untuk membeli lagi, lagi dan lagi..
Rubik's Cube..!!! I LOVE IT!!!
Wrote by Lo 1 comments
Here:
Gallery
Cokelat Strawberry
Jadi ceritanya gini…
Daripada terus merasa gak nyaman dan merasa bersalah karena merasa membohongi dia, muncullah pikiran buat putus saja. Sempet juga curhat sama seseorang dan dapet masukan (tepatnya ditakut-takutin), "sebelum terlanjur, ya mending cepet-cepet aja diputusin", begitu katanya.
Semalamn suntuk aku memeras otak mencari cara mutusin si pacar aku ini. Apa alasannya? Gimana ngomongnya? Kapan? Dimana? Dan seabrek pertanyaan dan pertimbangan yang yang harus dijawab. Sampai akhirnya niat aku bulet buat mutusin besoknya..
Niat bulet semangat baja hasil kerja keras memeras otak semalaman ternyata harus menyerah lumer dengan sia-sia ketika keesokan paginya si pacar membangunkan aku dengan sebuket bunga dan sekotak strawberry berbalut cokelat disertai senyumannya yang mengalahkan cerahnya matahari pagi itu.
Duh! Apa iya aku sanggup putus dari dia? Apa iya aku tega merusak senyuman yang indah itu? Aku gak bisaaaaa…. Huwaaaaa…
Pada akhirnya… Aku kembali berkutat dengan pertimbangan "PUTUS?" ato "GAK?"
Wrote by Juminten 1 comments
Tuesday, July 15, 2008
Khasiat PISANG
Wrote by Juminten 1 comments
Monday, July 14, 2008
The Last Post about Perception – Why We Should Share
Seperti yang aku janjikan, ini akan menjadi post terakhir mengenai persepsi. K?
1.
Sebagai permulaan aku ingin memberikan resume dari argumen-argumen panjang yang telah ada. Pada awalnya wm mengatakan bahwa ‘untuk apa dijelaskan panjang lebar karena hal-hal yang berhubungan dengan spiritual, agama, dll itu masuk dalam persepsi’, kemudian aku katakan bahwa bukanlah sekedar persepsi melainkan awal dari ‘belief’ yang akan selalu diperbaharui lebih baik lagi dari kemarin dengan cara mencari pengetahuan baru, merasionalisasinya dan berpikir menggunakan logika. Kemudian muncul pernyataan wm yang mengatakan bahwa,
“lalu apa gunanya membaca persepsi orang?
simple, menambah wawasan persepsi diri
apa gunanya menambah wawasan persepsi diri
simple, mengolah/ aku sebutnya
menebak persepsi org lain
apa gunanya?”
Wm tetap mempertanyakan apa gunanya menambah pengetahuan melalui persepsi orang lain.
Apa gunanya wm membaca blog ini?
Simple, menambah wawasan persepsi diri
Apa gunanya menambah wawasan persepsi diri
Simple, mengolah/ namun aku tidak menyebutnya menebak persepsi orang lain
Apa gunanya? Ha? Apa gunanya membaca blog berisi PERSEPSI El-Lo yang sedang kau baca ini??
Ternyata komentar wm secara tidak disadari (unconciously) berisi pertanyaan yang seharusnya ia jawab sendiri (dan bukan ditujukan pada orang lain).
2.
Kemudian aku katakan bahwa aku membagi persepsiku, karena inilah yang aku dapatkan berdasarkan pengetahuan yang telah aku baca/alami. I share. Muncul pertanyaan wm yang mengatakan bahwa,
“saat km membagi persepsi kamu kepada org lain,
apa gunanya? percuma kah?
simple,
satu bit paket pertama adalah
"hello, i am here, dude"
, bit paket lainnya terserah yg membuat persepsi
menolong, kesenangan, meracuni, mengambil keuntungan..”
Dan…? “I see YOU are there now!” dengan membagi persepsimu mengenai ‘segala sesuatu hanyalah persepsi belaka buat apa dishare’. So untuk itukah kau share persepsimu tentang ‘persepsi’ ini? Now WE ALL know THAT you are there, then? Menolong, kesenangan, meracuni, mengambil keuntungan? Itukah yang coba kau lakukan?
Ternyata selama ini ‘masalah panjang mengenai persepsi’ yang dimulai oleh wm ini hanyalah agar kita semua mengetahui bahwa wm itu ADA. ^^ I see then. Lebih lanjut lagi pernyataan wm yang mengatakan tidak perlu share ternyata dilanggar sendiri olehnya dengan men’share’ persepsinya mengenai persepsi di blog ini (nyolong bahasa lu: siapa tau semua persepsi ini, ternyata hanyalah persepsi lu doank). Hahahaha, how your argument can strike you back. Bahasa Tink: kaya makan ludah sendiri.
3.
How rude Lora. Well, that’s the way it is about. Tapi mungkin aja kata-kata aku diatas sebenarnya hanyalah jalan pintas untuk ‘melarikan diri’ dengan menyerang orang lain, mungkin saja…
Tapi jangan kuatir, aku bukan orang yang seperti itu.
Quality, not quantity nor even the ‘never-ending’ empty discussion.
This is the last post about perception – WHY WE SHOULD SHARE
Mengapa harus (attention more to the word ‘should’ in english) berbagi pengetahuan yang dipersepsikan? Share means take and give. Bagi adalah memberi. Ber- menyatakan ‘saling’. Saling memberi.
Ketika aku membaca komentar pertama mengenai ‘semua hal adalah masalah persepsi, buat apa dibicarakan panjang lebar lagi’, aku TAU pendapat itu salah!! Mau diputar bolak balik argumen, tetap saja salah (I just knew), now I know WHY.
Bagaimana sih proses persepsi itu?
Diawali dari sensasi (pemicu), kemudian diproses menjadi persepsi. Misalnya dari indera penglihatan, ketika seseorang melihat diatas meja ada benda berbentuk bulat, maka ia akan memproses benda apakah itu. Ada satu hal yang terlupa dari persepsi. Persepsi tidak serta merta ada, persepsi memiliki dasar dan alasan. Dasar dan alasan inilah yang menjadikan satu sensasi (pemicu) tertentu dapat berubah menjadi persepsi yang berbeda. Apakah itu?
Prior knowledge.
Pengetahuan sebelumnya. Jika aku melihat sensasi benda bulat dimeja, mungkin aku langsung mengatakan PIRING, tapi tidak demikian dengan suku terdalam yang tidak biasa menggunakan piring dan tidak memiliki prior knowledge sebelumnya mengenai piring. Maka ia bisa saja menjawab ‘semacam frisbee’ yang biasa dimainkan anak-ku dengan babi hutan.
Hal itulah yang terjadi dengan Galileo (Galilei). Pada masanya Galileo mengatakan bahwa matahari adalah pusat tata surya. Prior knowledge SEMUA orang pada saat itu adalah, bumilah pusat tata surya (salah kan? Tapi tetap mereka pertahankan dan mereka yakini sebagai benar).
Apa prior knowledge yang Galileo miliki? Pengetahuan mengenai perbintangan, teropong canggih, dan… Ia JUGA mengetahui bahwa persepsi semua orang pada saat itu bumi adalah pusat tata surya.
Namun apa yang Galileo lakukan? Dia tahu apa yang orang lain ketahui, dan dia tahu apa yang orang lain TIDAK ketahui. He had MORE/different prior knowledge about the solar system. Bisa saja dia berdiam diri karena takut menghadapi ‘persepsi yang telah lama dianut semua orang’, dan membiarkan pengetahuan itu terkubur jauh didalam ‘proses persepsi kecil Galileo’. BUT in fact, HE SHARED WHAT HE FOUND OUT (And it is the truth). Kemudian ia dihukum mati karenanya. Ini bukan tentang eksakta loh, bumi adalah pusat tata surya itu merupakan kepercayaan yang terikat erat dengan kekristenan pada saat itu. Menentangnya sama saja menentang agama.
Begitu pula dengan Siddharta Gautama. Ketika ia mengalami pencerahan maka seketika itu juga ia menuju nirwana. Bisa saja dia berdiam di nirwana selamanya, tapi apa yang terjadi? Sang Budha tidak melakukannya. Ia berkata, “Aku telah mengetahui ‘Jalan’ itu, dan aku kembali untuk membagikannya kepada orang lain”. Sebenarnya sebelum Sidharta, sudah ada beberapa ‘budha’ tercerahkan lainnya, yang membedakan mereka adalah Budha (Sidharta Gautama) kembali dari nirwana untuk mengajarkan jalan yang ia ketahui dari pencariannya. Oleh karena itu ia disebut The Compassion Budha, Budha Welas Asih. ^^
Sekarang, apa yang akan kau lakukan jika kau tahu hal yang tidak/belum diketahui orang lain? Diamkah seperti pengecut dengan mengatakan, itu kan persepsi-KU (how selfish!). Atau stand-up and say this is what I know by my prior knowledge (and I still search for more), perhaps u’ve been having wrong perception. Perhaps…..
How can we know the truth if we don’t seek? How can we find if someone don’t share? Well, share is enriching!
Tapi tetapkan aku tidak bisa memaksakan pengertian tertentu untuk dipegang oleh orang lain. ^^ Hehehe, pikiranku sebenarnya sama aja dengan orang beragama, ‘I will be very sorry and feel terribly guilty if I have NOT tell them the TRUTH about Christ’s love. But I took the mild way, merely sharing about what I found out, what I know, and what I perceive through blog. “If I know A, and it is what I believe, while everybody else know only A- or B or C, I will be so guilty if I don’t share. I DUN WANNA get resurrection my only self while everybody else going to their vacation to hell”.
Semua orang –aku katakan- pemberani akan melakukan hal yang sama, maka kita lihat penyebaran agama secara gencar terkesan fanatik. Mungkin disitulah letak kelemahannya, to share not to force, to share is to give, to give sincerely is the real love, and the love will bring truth to all who seek.
To share, is not about the content. But it is about love. ^.^v
AMIN! Wakakakakak… Kaya lagi kotbah aja. ^^ *sumpah deh beneran geli sama kata2 sendiri*
Tapi,,, sesuai dengan kualitas yang dijanjikan khan?! ;)
Wrote by Lo 1 comments
Sunday, July 13, 2008
KOKOLOGI HEWAN YANG ANDA SUKAI
Sangat menakjubkan bagaimana kokologi dapat menunjukkan siapa Anda dan bagaimana Anda ingin dilihat oleh orang lain.
Ini adalah kokologi.
Urutkan 3 binatang yang paling Anda sukai dan mengapa?
Binatang pertama yang El-Lo sukai adalah ANJING, karena anjing adalah sahabat yang paling baik. Alih-alih sekedar hewan peliharaan yang hanya diberikan perhatian tanpa ada feed back, anjing dapat mengerti apa yang dirasakan oleh manusia, anjing dapat memberikan ekspresi empati seakan ia juga merasakan apa yang dirasakan oleh pemiliknya.
Lately, El-Lo menyukai anjing Rottweiler, kenapa? Karena entahlah aku suka aja dengan penampilan rottie, sepertinya misterius dengan perawakan besar dan berwarna hitam. Diluar penampilannya yang kelihatan menyeramkan itu aku yakin ada jiwa penyayang didalamnya, lihatlah ketika rottie masih kecil, so cute and innocent.
Curhat colongan: Aku pengen beli itu, kemarin ada yang nawarin murah 1,5juta. Tapi ada berita mengejutkan dan menurut aku cukup memprihatinkan, ’Spike the Rottweiler’, seekor anjing rottie yang bernama Spike membunuh seorang anak berumur satu setengah tahun dengan gigitan dileher. Kejadiannya di Jakarta Barat. Aku ga percaya euy anjing rottie itu jahat (walopun search google banyak hal serupa, seekor anjing rottie membunuh manusia). Aku mengurungkan niatku sementara, ketika seorang teman dekat mengingatkan ’mungkin si rottie ga bunuh kamu, tapi bisa aja dia bunuh orang lain secara tidak sengaja’. Iya juga, tapi entahlah, aku kan klo punya kepinginan pasti melakukan segala cara, hahaha, asal dilatih pasti dia ga akan melakukan hal-hal seperti itu.
Rottie puppy
Cakep yah?!
Binatang kedua yang El-Lo sukai adalah aduh ga tau. El-Lo suka banyak binatang dan berencana memilikinya. Hehehehe. Kayanya suka pinguin deh, soalnya jalannya lucu, peyutnya ndut, lambat kaya orang bego kyahahaha. Aku pernah dimarahi sama seseorang ketika aku mengatakan aku ingin memelihara pinguin ;p.
Binatang ketiga yang disukai El-Lo bingung. Jadi mao ditulis semua binatang yang mau El-Lo pelihara nantinya aja deh.
Ular – Karena bisa breakdance, meliuk-liuk, dan hewan yang biasanya dianggap sebagai setan oleh umat Kristiani ini, diperadaban lain dianggap sebagai dewa pengetahuan.
Tarantula – berbahaya dan berbulu, seru aja klo punya binatang itu.
Kelinci – soalnya lucu, cinta damai, tidak gigit, terlihat bodoh, tapi baik.
Red Arwana – elegan.
Kura-kura – lambang umur panjang dan diasosiasikan dengan kebijaksanaan dalam mitologi Cina.
Hahaha. Jadi kebanyakan curhatnya yak dibandingkan ceritain kokologi.
Artinye:
Hewan yang disukai pertama menggambarkan diri kamu sekarang ini, ’real self’.
Hewan yang disukai kedua menggambarkan bagaimana kamu ingin dilihat oleh orang lain, ’social-self’.
Hewan yang disukai ketiga menggambarkan diri yang kau inginkan, ’ideal-self’.
Benarkah? Coba Anda pikirkan hewan kesukaan Anda? Dan mengapa? Kemudian lihatlah kedalam diri Anda, benarkah binatang yang Anda sukai secara tidak langsung sebenarnya menggambarkan diri Anda sendiri?
T.H.I.N.K
Nb. Tulisan ini juga meliputi teori proyeksi Freud; dan teori mengenai Self-Extension.
Wrote by Lo 0 comments
Menganalisa Tulisan Tangan
Sangat menakjubkan bagaimana tulisan tangan Anda bisa menunjukkan siapa Anda dan bagaimana Anda ingin dilihat oleh orang lain.
Aku pernah mengikuti workshop-nya, ada beberapa hal yang menurut aku cukup signifikan, misalnya yang paling sederhana adalah tulisan cetak dan tulisan sambung, dikatakan bahwa orang yang memiliki tulisan cetak adalah orang-orang yang tidak ingin bersosialisasi dan terpisah dari lingkungannya. Namun pada kenyataannya tidaklah seperti itu, karena menurut El-Lo tulisan cetak semasa SMP-SMA sangat digemari, looks cute, and just me. Dan jangan dilupakan bagaimana pertama kali kita belajar menulis, pasti dipengaruhi oleh guru, yang tidak sesuai akan disalahkan dan mendapat nilai jelek (padahal sama aja namanya juga huruf), sehingga seseorang meniru tulisan orang lain/gurunya. Bagaimanakah itu?
Namun kata pakar tulisan tangan, ada coretan-coretan baik halus ataupun kasar yang dapat mengindikasikan kepribadian penulisnya. Darisitulah tulisan seseorang dapat dianalisis. Fuh whatever, mungkin aku juga pengen kursus tulisan tangan suatu saat nanti. I find it interesting!
Dibawah ini adalah hasil analisis tulisan tangan El-Lo dari software komputer (yang dikomentari hanya hal-hal yang dianggap perlu).
Handwriting Analyst Report for
Lora on 07/12/2008
This report is based only on Lora's signature/text and therefore
describes her public image. 's private personality may be
different.
Copyright 1986, 1999 by Michaels, Maze, & Hodos
***
Physical & Material Drives
is an intense person with a lot of vitality and a zestful,
exuberant attitude. She wants to live life to the fullest and values
the pleasures that she can see, feel, and touch (gourmet food,
luxurious surroundings, etc.). She may want to have more sexual
outlets. She is not restless or a go-getter, and she tends to be
less physically active than most people.
Well, what can I say. What we live for equal to what we die for!
is driven to accumulate money and material possessions. She
would like to collect as much wealth as she can. It is important for
her to be able to hold onto her money, so she tries not to let it
slip through her fingers; however, she is not able to hold onto it
as well as she would like. She is moderately willing to share her
resources with others.
Hmm, sebenarnya aku ga pernah berpikir untuk menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya, bukan itu values dalam hidup aku. Tapi memang benar klo aku kurang bisa mengatur keuangan (banyak mao-nya hiks hehe).
***
Emotional Characteristics
responds rationally in emotional situations. Conscious control
permits her to think first and act later in most circumstances.
She is receptive to emotional matters, but her responses are
empathetic without being impulsive. Moments of hate, love and joy
affect her deeply and continue to affect her after the experiences
have passed. She may hold grudges because she has a hard time
forgiving and forgetting.
Absolutely ME! At first aku selalu berpikir bahwa aku tidak pernah dan tidak ingin untuk menyimpan dendam pada siapapun juga. Mekanisme aku adalah: klo seseorang berlaku buruk ke aku (seperti ngomongin dibelakang, mencuri barangku, mengambil ideku, dll), aku tidak peduli, tapi aku merasa ga perlu berhubungan jauh dengannya. I avoid them! Why? Supaya aku tidak menyimpan dendam dan tidak memupuk kebebencian padanya. Tapi ketika aku membaca buku tentang kebahagiaan. Ternyata apa yang biasanya aku lakukan itu tidak merujuk kepada forgiveness, melainkan dendam tanpa hal aktif cenderung menghindar. Dalam hati semua ’dendam’ itu tetap ada tersimpan rapi dalam cover ’aku tidak peduli’, aku hanya mencoba mengalihkan perhatian aku dengan menghindari orang yang bersangkutan.
Tapi aku ga mau membicarakan jauh tentang ini. Mungkin suatu saat aku akan membeberkan dendam2ku. Intinya berhubungan dengan tuhan dan kungfu panda :p.
has high hopes for her ambitions and feels that tomorrow is
certain to be better than today. When things don't go well, she
usually bounces back and tries again. She is responsive and tender,
though she may also be slightly moody. Her emotional state is
affected by the moods and feelings of others.
***
Intellectual Style
Though is able to process information quickly, she is willing
to slow down to be more deliberate and precise. She will try to
solve problems by systematically evaluating information and
developing new problem-solving strategies. Her step-by-step
approach doesn't prevent her from coming up with original solutions
to problems.
Diantara teman-teman aku dalam kelompok kerja tugas, mungkin aku adalah satu-satunya yang dikenal sangat santai. Begitu juga ketika ujian, ketika semua orang sibuk membaca mata ajar yang akan diujikan, aku akan jalan dengan tenang menaruh tas ditempat duduk terdepan (biar gampang keluarnya), dan duduk dengan santai. Yah nasiblah. Hahahahaha.
Intuition plays a large part in 's thinking, but she uses enough
logic to produce continuity. This versatility enables her to see
both the parts and the whole of a problem or situation. She jumps
right into the problem-solving process without pausing to reflect.
She enjoys some activities which are intellectually stimulating, but
she is equally concerned with taking care of the business of her day-
to-day life.
***
Personality Traits
believes in herself. She is confident that she will be able to
find the necessary resources within herself to meet the challenges
she is faced with. She wants others to think she is totally self-
confident and she doesn't like others to question her competence,
even in areas where she is not competent. It is very important for
her to stand out from the crowd as someone who is special in her own
right, because of her own achievements. She wants to be thought of
as a unique individual rather than as part of a group.
I AM LORA! The only ONE and ONLY!
is fairly patient and not inclined to become overly frustrated
when she is forced to wait. Since her willpower is consistently
adequate, she is usually able to get herself to do the things which
need to be done.
Walaupun aku tidak suka menunggu, tapi aku orang yang cukup sabar dalam bidang tunggu-menunggu. Menurut aku setiap penantian dan pain yang aku rasakan didalamnya, akan berakhir pada waktunya. Semua itu hanyalah roda kehidupan yang akan terus berputar.
is adaptable for the most part, and is able to accommodate to
changing conditions. She sees a glass of water as being half full
rather than half empty. She is motivated by the positives in life
rather than the negatives. She likes to talk out loud when she is
alone. She finds it helpful to verbalize her thoughts.
I love to talk to myself whether I am alone or not. It is helpful to think and think and think and think. That’s ma hobby.
***
Social Behavior
is an extremely outgoing person who allows plenty of room for
social pleasures such as romance, friendships and social activities.
is willing to reveal herself to others at times, but she may
also want to protect her privacy by keeping her personal life
separate from her vocational life.
's feelings will usually not get hurt when her personal
appearance is criticized. When her abilities or her performance are
criticized, she is able to maintain a sense of dignity and poise
rather than letting her feathers get ruffled. She wants to know that
others look up to her and view her with respect and admiration.
likes to pretend and present herself to others in different
ways. Bluffing may help her avoid being pinned down much like a
Chameleon changes its color to avoid capture.
I dun like to bluff. It’s pretty shame if others know the truth. And the pride got from bluffing is not as much as the shame which will turn my face down.
***
Vocational Implications
may become frustrated if she has to perform timed tasks because
she needs time to do her work the way she would like to do it.
In order to feel that she has adequately done her job, she needs to
be both systematic and creative in her approach. She doesn't want
to overlook anything, but she also likes to find novel solutions.
She likes to streamline her work, but she will sacrifice speed for
accuracy when necessary. She slows down to make sure that the
accuracy of her work doesn't suffer. Because she has a lot of energy
which she channels into her work, she is able to accomplish more
than most people.
Hahaha, ya hate time-based task. Huh! Kaya kemarin waktu kerja tulisan tentang kebahagiaan buat majalah kampus, depressing! Entahlah. Tapi hamper semua kerjaan itu time based yah klo engga mah kerja seenaknya aja sendiri. Kaya buat novel gituh ;p wakakkaka.
is able to remember important specifics, and would do well in
occupations which involve attention to detail. Mechanical matters
and the principles of construction work may be second-nature to her.
Whether or not she is interested in construction or mechanical
activities, she may have the potential to make machines work, solve
mechanical problems and apply this understanding to construction.
Wah2, kayanya yang mekanik bukan aku, tapi.. sapa yah.. :P uhm, klo bisa mengingat spesifik ada kemungkinan dunk jadi detektif atau profiler. Huuu kereeenn..
is usually fairly enthusiastic about her work, although she may
not get excited about it. She has to exert conscious control in
order to complete the projects she begins. She is faced with the
temptation to go onto something new before she finishes what she is
doing.
Heheheh.. iya. Banyak maunya.
sets realistic goals and is able to assess how her resources
stack up compared to the resources she needs to reach her goals.
She would like a chance to show others what she is capable of doing.
She is able to benefit from a constructive evaluation of her work
and doesn't react defensively when she is criticized. She stands
back, looks at her work objectively, and changes what needs to be
changed in order to do the best job she can.
Wrote by Lo 0 comments
Thursday, July 10, 2008
Sandiwara Radio
saat bulir angin meniupkanku pada sebuah kenangan
sungguh kumerindumu
ingin memelukmu, dengan lekat…
kuterduduk, renungkanku dalam pasrah
saat jiwaku tergores luka
dan ragaku lelah mencari
kuhanya ingin menciummu dengan pantas
lalu rebahkan nadiku dalam usapmu
kurajutkan alif demi alif dalam pautan doa…
inginku berlari lebih cepat melebihi cahaya
menculikmu dari tangan ‘Tuhan’
dengan alif-alif yang kusadur tak sempurna…
aku hanya bisa diam dalam pasrah
saat kakiku tak lagi sempurna berdiri dengan tegar…
aku hanya merindumu
hanya sekedar ingin memelukmu, sangat…
mungkin “hanya” bagimu, dia atau mereka
yang telah membuat goresan luka pada hidup yang tersauhkan
aku hanya ingin memelukmu saat kutersungkur dalam kelabu
resapi belaimu yang mengurai seribu raguku
saat matahari membekukanku dalam diam yang sangat
Kuhanya mampu tersenyum dalam detakku
kuhanya merindumu
dan hanya ingin memelukmu
dengan sangat…
walau hanya dalam satu helaan nafas
yang tak lagi panjang
Wrote by Juminten 2 comments
TOPENG
Aku hanya berteman sejumput kata dan sebatang penabahkan tak mampu kugoreskan rasa
karena airmata selalu mengaburkan makna
pada baris pertama
Pahatan pujangga dalam hati, kubaca lagi
"Hanya dalam kata-kata dan keluhan kenyamanan dapat kunikmati"
Ketika tiba saatnya
Orang-orang terkasih telah sampai pada sakitku,
mengecap sesakku, rasakan senyumku
yang tak lagi sejingga halimun pagi
kuhapus lipstik dan kubuka topeng jiwa yang berkarat
kubasuh muka, tanpa make up mereka lihat
sebongkah jiwaku telah rapuh
"Kejujurannku tak lagi berdebu”
Wrote by Juminten 0 comments
Wednesday, July 9, 2008
Ooops! Naked Pisank..
Antara bumi dan langit mengambang
Membentuk siluet membayang
Laksana tokoh para dalang
Biarkan diri telanjang
Bebaskan mata tuk saling memandang
Jangan biarkan menerawang
Menembus belantara ilalang
Biarkan diri telanjang
Satukan hasrat yang kian menjulang
Walau ini kali tak terbilang
Ada janji, ini kan kita kenang
Biarkan diri telanjang
Dan lanjutkan menentang
Semua jerat yang mengekang
Mari… terus kita ulang.
Wrote by Juminten 3 comments
Tuesday, July 8, 2008
Soal Persepsi: All Thinking Men is Atheis - Menanggapi Komen Nothingreallymatters
“Oke. Kalo anda ingin berdebat tentu saja bisa anda cari Antitesa dari Tesa2 saya. Sekalian lawan juga opini saya, kalo anda sanggup.”
Aku tidak ingin berdebat, napa juga berdebat? I’m about arguing! See?! I give arguments. Tesa tuh pernyataan yah? Uhm, kenapa harus mencari antitesa dari tesa Anda?? Haruskah aku mengatakan bahwa El-Lo bukan wanita gitu? Atau El-Lo adalah wanita itu namanya: FIKSI? He? *confuse face* Sorry, just didn’t catch what u meant with antitesa. Melawan opini Anda klo SAYA sanggup? He? *another confuse face* Hahahaha. Baca aja yah!
1. Tesa 1 dan 2 kayanya ga penting buat di argumen, tapi aku akan langsung ke tesa 3, yang mungkin didalam argumen pertama ini menjawab keseluruhan tesa-mu (dengan bahasa Nothingreallymatter: cari antitesa dari tesa2 saya). Ini semua aku dapat dari kamus yang ada di laptop aku.
“Kenapa ada Believe dan Trust dalam Bahasa Inggris
Konon katanya (bisa aja persepsiku salah) Trust untuk mewakilkan persepsi dan believe untuk mewakilkan iman. So..kalo kita menggunakan persepsi kita untuk menalar tuhan..ya ngga nyambung dong.
Jika anda tidak punya iman maka anda tidak akan bisa menalar tuhan(Tesa 3).”
Believe (v): accept (something) as true; feel sure of the truth of.
Trust (v): believe in the reliability, truth, ability, or strength of.
Jawabannya: betul sekali persepsi-mu salah tentang believe dan trust. Keduanya tidak digunakan dengan perbedaan persepsi dan iman. Iman (faith) adalah iman! Persepsi adalah persepsi! Percaya (believe n trust) adalah percaya! Namun setiap unsur percaya pasti ada hal ‘metafisik’ (entah belum terjadi, entah tidak yakin, tapi meyakini sesuatu) yang disebut HOPE (I’m not saying faith). Nalar sendiri yah.
Faith (n) : complete trust or confidence in someone or something.
Hope (n) : a feeling of expectation and desire for a certain thing to happen.
JIKA dan hanya JIKA memang persepsi-mu mengenai trust benar, maka kenapa dalam arti ‘faith’ dikatakan complete TRUST?? Bukannya ‘complete belief’??? ;)
Dan satu hal lagi, menurut aku mengapa sebenarnya tidak bisa menggunakan ‘believe’ sebagai iman. Dikatakan believe adalah menerima sesuatu sebagai BENAR.
True: in accordance with fact or reality
BENAR berhubungan dengan FAKTA atau REALITAS.
Fact: a thing that is indisputably the case.
FAKTA adalah sesuatu hal yang indisputably, hal yang undeniable. Tak terbantahkan! Berdasarkan urutan pemikiran ini, ketika seseorang berkata ‘I believe in God’, apakah tuhan itu adalah FAKTA yang tak terbantahkan (berhubungan dengan opini ke-2 kamu, jawabannya disimpen dulu klo gitu dibawah)? Bukankah seharusnya ‘I have faith in God’? I hate language haha!!
“Karena dengan itulah kita bisa menyempurnakan belief (bukan lagi sekedar persepsi) yang kita miliki”
LAGIPULA (PALING PENTING NEH): Who’s talking about ‘believe’ anyway?? I was talking about ‘BELIEF’! Ketika persepsi menjadi sesuatu yang dipercayai dan diintegrasikan menjadi BELIEF dalam kehidupan kita! FYI: belief is equal to values! ^^
à JAWABAN TESA 3: Jika aku tidak punya iman, maka aku tidak akan bisa menalar tuhan. Sapa bilang? Menalar=to reason
Reason (v): a cause, explanation, or justification for an action or event.
Action/event: God is KIND/LOVE.
Explanation: Tuhan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia (tidak perlu IMAN untuk menalar klo berkorban itu adalah wujud kasih), Tuhan menyertai bangsa Israel sampai ke tanah perjanjian yang penuh dengan madu dan susu (tidak perlu IMAN untuk menalar klo tuhan itu baik in this case), ketika Tuhan membunuh tujuh puluh orang HANYA karena melihat kedalam tabut Tuhan – 1Sam 6:19 (sangat memerlukan IMAN untuk menalar bahwa tuhan itu kasih (dan maha pengampun)).
Anggap aku orang percaya. Oke ketika sampai pada Tuhan ternyata membunuh tanpa memberikan kesempatan kedua, sebagai orang beriman aku akan menalar tuhan mempunyai rencana untuk segala sesuatu. Setelah itu pertanyaannya adalah, apa rencanaNya? Maka jawabnya adalah ‘ya tuhan, rencanaMu bukanlah rencana manusia, siapakah aku yang bisa membaca rencanaMu (ada tuh ayatnya ;p)’. Sampai disini penalarannya berhenti dengan jawaban memuaskan dan indah bagi orang percaya.
Aku yang ateis: Benarkah itu merupakan penalaran? SEBAB, PENJELASAN? Yang aku lihat hanyalah justifikasi. Karena penjelasan pembunuhan tidak sinkron dengan kenyataan bahwa tuhan itu baik! Tapi dengan iman, kejadian pembunuhan itu bisa dikatakan sebagai baik! Singkatnya, dengan IMAN pun, seseorang tidak bisa dikatakan MENALAR Tuhan! (hanya justifikasi belaka) Toh orang percaya mentok-mentok akan berargumen ‘kita tidak bisa menyelami (menalar) pikiran tuhan, karena kita hanyalah ciptaan’. Iman dan penalaran berbeda secara konteks. Klo baca tulisanku tentang indicator #1 God is alien, maka aku menalar apa yang tertulis dalam alkitab tentang tuhan, bukan menalar tuhan. Aku menalar apa yang dikatakan orang terhadap Tuhan! Aku menalar apa yang dikatakan pendeta tentang Tuhan! Aku menalar Tuhan (secara umum) dari apa yang tertulis, apa yang dikatakan orang. I just simply arguing. If God is LOVE, then please kindly show me, if u can’t, then LOGICALLY and SIMPLY God isn’t kind.
Persepsi seorang atheis: Orang sudah terlalu terbiasa menganggap tuhan sebagai sesuatu yang WAH, yang ideal! Padahal dalam kenyataannya tidaklah seperti itu! Nah sehingga walaupun dalam kenyataannya tuhan itu tidak ideal, maka orang akan tetap saja mempercayai klo tuhan itu WAH dan baik. Klo kata Jung adalah archetype (kaya theme yang ada dalam diri manusia) ‘the old man’, seorang yang bijaksana. Sayangnya setiap manusia memiliki archetype tersebut dalam collective unconscious. (aduh susah ni jelasin konsep Jung, kompleks soalnya bisa berlembar-lembar untuk menjelaskan archetype sendiri – google aja dih, tapi konsep ini seru banget kapan2 mao tulis ah diblog). Lebih jauh lagi manusia yang fully functioning adalah manusia yang melihat jauh kedalam ketidaksadarannya. Oleh karena itu dikatakan ‘All thinking (reflected) men is atheist’! Sedangkan manusia yang ‘tidak berpikir’ secara sederhana terus membohongi diri sendiri dengan konsep-konsep ideal tentang tuhan!
(tambahan archetype: tuhan sebagai bapak yang baik. Hanyalah ingin menggambarkan keadaan ideal seharusnya seorang bapak, padahal kenyataannya tuhan bukanlah bapak yang cukup baik secara psikologis – Ia sering memberikan punishment, yang sebenernya tidak cukup efektif untuk membentuk tingkah laku seseorang (harusnya reinforcement – google aja), next writing yah di blog ini)
Oh ya satu hal lagi soal menalar tuhan. Franz Magno Suseno aja nerbitin buku ‘menalar tuhan’, mosok Tuhan tak bisa dinalar. Ditekankan bahwa manusia punya kemampuan untuk reasoning apapun mo dia punya iman ato ga. Mang binatang. :p
2. Menanggapi opini satu dari nothingreallymatters
“Menurut saya pertanyaannya bukan : apakah tuhan itu ada atau tidak?
tetapi : Apakah keyakinan kita tentang tuhan (terserah apakah keyakinan kita dia tidak ada, atau dia ada, atau mungkin anda meyakini anda sendirilah tuhan itu) membuat kita bahagia? (tidak jauh2 dari tulisanmu yang terdahululah..). (Opini 1)”
Lah? Kan itu menurut Anda. Menurut saya pertanyaannya tetap adalah tuhan itu ada atau tidak! Dan itulah yang aku cari, jika memang ada ‘sosok tuhan’ yang patut disembah, maka menjadi kewajibanku untuk menyembahnya. Secara sederhana analognya jika ada orang yang baik sama kita, masakah kita jahat sama dia? Klo ada sosok tuhan yang patut disembah masakah kita tidak menyembahnya? Kebahagiaan itu adalah hal lain. Keyakinan akan tuhan hanyalah beririsan kecil dengan kebahagiaan.
Oke pertanyaannya adalah, apakah El-Lo bahagia? Damn, SHE IS! Pertama adalah pencarianku dan penalaranku akan tuhan (jika ada), akan siapa aku, darimana aku, apa tujuanku, apa yang telah dilakukan nenek moyangku untuk mencari tahu asal usulnya. Disitulah muncul curiosity dan love of learning, dua kekuatan utama dalam virtue kebahagiaan menurut Seligman dalam buku Authentic Happiness, yaitu wisdom and knowledge. The curiosity then becomes ‘flow’ which makes me feel alive and happy!
I am not about to disturb ones’ happiness for arguing what they believe! I AM QUESTIONING THEM ABOUT WHAT THEY BELIEVE AND WHY SO. Mungkin mereka punya jawabannya yang lebih masuk akal dibandingkan, ‘just blindly believe, honey’.
Curhat colongan: aku ga pernah menggangu kepercayaan orang lain. Aku hanya memberikan apa yang aku temukan dalam pencarianku (sharing). Klo menurut mereka apa yang mereka percaya itu bisa membantu mereka dalam hidup, go ahead I dun care, aku hanya mempertanyakan saja dan berargumen. Teman2 aku tau aku tidak/belum (walaupun pernah) percaya tuhan, atau berpikir bahwa tuhan itu alien, dan aku tidak menganggu kepercayaan mereka atau memaksa mereka untuk percaya atau lebih lagi menyerang kepercayaan mereka. Mereka tau kok klo aku sering menanyakan semua hal yang menurut aku membingungkan. Hehe, tapi terkadang synical sih, tentang iman. Misalnya ketika ada seseorang yang berkata tidak yakin bahwa dia mampu menghadapi sesuatu hal, aku akan nyeletuk nyindir yang dibalut humor, ‘doa aja, kamu kan percaya banget sama Yesus, tidak ada yang mustahil bagi dia, betul? Amin!’ Nah tapi aku secara tulus memberikan argumen itu, buat apa toh takut klo emang kamu percaya Tuhan maha baik dan mengasihimu. ^^
3. Menanggapi opini 2 dari nothingreallymatter
“Menurut saya bicara tentang tuhan ngga ada habis2nya. ada tuhan kristen, ada tuhan muslim, ada tuhan budha, hindu, sinto, kong hucu, ah...banyak bangat..pusing (selama kita menggunakan persepsi kita, bullshit kalo dibilang tuhan itu satu..dan kayaknya bullshit juga kalo dibilang tuhan itu ada).Yahh biar enak gunakan iman ajalah (kalo anda punya dan kalo anda care). Dan lagi alangkah bijaksana kalo menalar tuhan itu digunakan lewat perenungan pribadi aj, daripada adu argumen : debat kusir seperti jalan tak ada ujung. Menalar tuhan adalah proses berdamai dengan diri sendiri. (Opini 2)”
Itu kan menurut Anda! Menurut aku bicara tentang tuhan memang tidak ada habisnya, banyak hal yang masih bisa digali, dan disitulah letak SERU-nya. Masak karena tuhan itu banyak lalu berhenti mencari, menyerah karena pusing? Hahahaha! Come on! “Yahh biar enak gunakan iman ajalah (kalo anda punya dan kalo anda care)”. He?? Apa Anda mencoba mendikte apa yang harus aku lakukan dari pencarian ini?? Aku ga cari enak, sori aja yah, aku cari ‘kebenaran dan pengetahuan’! Menalar tuhan sebagai perenungan pribadi, how selfish! Mungkin penalaran akan tuhan pada awalnya adalah perenungan pribadi, tapi tidak semua orang memiliki kemampuan itu. Oleh karena itu ada namanya ibadah bersama, sharing, kelompok-kelompok rohani! Aku tidak ADU argumen, aku SHARE argumen, terimalah jika masuk akal atau setidaknya sebagai pengetahuan, melihat dari sudut pandang yang berbeda, melihat dari belahan pisau yang berbeda bukan dari tajamnya saja. Dun u pay attention to what I wrote?
“…orang yang mencari kebenaran dan mencintai pengetahuan akan terus berpikir dan mempertanyakan kembali persepsi yang ia miliki. Apakah persepsi yang AKU miliki sudah benar! Dan ga ada kata ‘percuma’ untuk kembali tahu atau mengisi pengetahuan, even membagi persepsi kepada orang lain. Karena dengan itulah kita bisa menyempurnakan belief (bukan lagi sekedar persepsi) yang kita miliki.”
Apa sih salahnya share? Memperkaya diri sendiri dan orang lain juga. Lagipula KALO ternyata tuhan itu tidak ada dan aku tidak membagikan pengetahuan aku tentang itu, wah feel guilty! :P Hahahaha.
Spranger dalam bukunya ‘Type of Men’ tahun 80-an mengatakan bahwa manusia memegang value tertentu dalam hidupnya, ada enam yang paling sering muncul, yaitu pengetahuan (teoritis), keindahan (estetik), kekuasaan (power), ekonomi, spiritual, dan sosial. Aku menghargai values yang dipegang orang lain, it is not my business. BUT, I just want u to know that this is my value, it is more teoritical than spiritual, please put some respect on it.
4. Menanggapi komentar dari nothingreallymatter
“Anda mengatakan, menunjuk pada dalil2 anda bahwa tuhan itu tidak ada (menurut persepsi anda)..itu sah2 saja, dan tidak ada yang salah, juga tidak ada yang istimewa didalamnya.”
U r rude. I dun like it. Ketika kamu mengklik publish comment yang sedang aku tanggapi ini, sebenarnya kamu memberikan persepsi kamu. Dan kamu bilang ‘klo mo debat coba cari antitesa dan lawan opini saya kalau Anda sanggup’. Apa toh bedanya dengan komen-mu yang penuh dengan ‘jangan debat kusir tak ada habisnya, jangan adu argumen, jadikan perenungan pribadi aja, dll’ sedangkan Anda mencoba menantang saya berdebat (kusir? Karena yang saya baca semua komen berisikan pendapat Anda, yang belum tentu sama dengan saya, belum tentu sama dengan dia). Kata-kata ‘kalau Anda sanggup’ mengindikasikan kepercayaan diri Anda menganggap apa yang Anda komen(persepsi)-kan yang paling benar. Apakah perbedaannya dengan memaksakan kehendak keyakinan akan suatu tuhan tertentu pada orang lain? Bahkan lebih jauh lagi Anda mencoba mendikte saya (agar saya menggunakan iman-jika punya dan care). Are you telling me what to do? Who are you anyway? Aku saja selalu memasukkan kata-kata T.H.I.N.K dalam persepsi aku tentang Tuhan yang mengindikasikan ‘inilah yang aku ketahui, pikirlah apakah masuk akal, atau apakah sebenernya aku salah’. Who’s debating here?? Not me.
What are you? A lawyer? No wonder then. ^^’
Anyway, sorry pendapat aku tentang komen kamu juga somekind rude, abis ditantang sih. Sebagai perempuan sejati kan harus menerima tantangan, klo perlu ikut gladiator (loh?). Kali ini tamparan pipi kiri aku balas juga dengan tamparan haha (sekarang kan bukan jamannya Yesus). Tapi aku pikir2 mungkin kamu ga bermaksud untuk rude, cuma kata-kata kamu aja yang terlihat kasar (menurut persepsi aku, weks lagi2 persepsi). Mungkin lain kali dibicarakan dengan dialog bukan untuk lawan2an tapi untuk berbagi dan bertukar pikiran saja. Ok? Jadi tanggapi bagian2 yang logis aja yah. ;)
Colongan lagi: ngomong2 kasar, kok tulisan pisank tentang amrik rada kasar yah, hahaha! Tatut jadinya, emosi dia wakakakkka! ^O^
So, have I knocked U out in this post, Nothing?? :P
Wrote by Lo 5 comments
Monday, July 7, 2008
Emang Enak Hidup di Amrik???
Tulisan ini untuk menanggapi tulisan Hasan Bakri di indopubs forum (subject : enaknya hidup di Amerika)
Saya memang pernah mengirim tanggapan kepada anda yang isinya mengenai hal-hal yang umum. Saya merasa gak kenal anda dan saya yakin anda juga gak kenal saya. Tapi anda sudah bisa mengatakan bahwa saya bermental TEMPE GORENG. Tau dari mana? Sok tau!!!
Seperti yang anda tulis di forum tentang enaknya hidup di amrik :
Orang yang incomenya sangat minim bisa menuntut tax return. Orang kaya mensubsidi orang miskin. Kenyataannya orang miskin banyak juga dan kayaknya tetep aja miskin. Lha kalo tax return cuma 2000 dolar setaun, buat apa? Apanya yang enak???
Pada low season bisa dapet tiket pesawat yang murah. Duh duh. Kalo saya nelen mentah2 omongan anda ini, saya merasa bego aja. Sekarang saya mo tanya, kalo low season kan berarti gak banyak orang yang naik pesawat kan? Setau saya, kalo orang amrik tuh biasanya kerja pas musim fall, winter dan spring. Trus summer libur. So summer pasti high season. Nah kalo nunggu low season berarti gak kerja dunk? Nganggur?
Semua supermarket tempat parkirnya gratis. Of course! Tanahnya kan lebih luas dan penduduknya dikit. Kalo gak juga pasti disuruh bayar. Di indonesia aja ya, coba anda pergi ke papua, bikin rumah aja paling tanahnya anda gak perlu bayar!
Gak pernah nemuin pungutan apapun. Owh really? Coba anda ke Indian/Pakistani town, Vietnamese town, chinese town! Kalo gak mafianya ya polisinya (polisi chicago kan terkenal bisa disuap!)
Soal racism di tempat kerja. Anda bilang gak ada racism di amrik? Wakakak… Kemane aje lu? Temen saya yang masih kuliah sekalian kerja part time diharuskan ngisi form dulu baru gajinya dibayar minggu depannya. Setelah nunggu dua minggu tetep aja gajinya belon dapet. Dan setelah dicek berkali-kali, ternyata pada form yang dia tulis, social security-nya dicari angka yang dianggap gak jelas. Setelah itu ditulis lagi angka baru. Nah tentu saja payroll gak bisa ngeluarin duit kalo ada dua SSN. Kejadian ini gak cuma menimpa satu orang. Banyak juga temen2 yang mengalami hal serupa. Coba tebak orang mana? Ya orang asia! Dibeberapa tempat terpisah saya juga denger perlakuan terhadap orang asia yang gak enak walopun gak terang2an.
Mengenai mentalitas orang amrik (gak semua) yang nyebelin menurut saya :
Munafik. Ngomongnnya suka gak sama dengan apa yang kita liat. Kalo udah ngomong HAM aja, kayaknya orang amrik yang paling tau. Saya pernah liat di tv gimana perlakuan polisi terhadap imigran dari mexico. Emangnya kalo udah ketangkep langsung dipenjara? Enak aja. Gebukin dulu! Masih inget gak peristiwa pemukulan orang hitam yang berlanjut jadi kerusuhan masal? Inget gak perlakuan orang amrik terhadap orang indian?
Gak tau tentang dunia luar. Dulu saya pernah membantu sodara saya yang kuliah di NY melakukan survey. Saya bantu bagi-bagiin pool tentang indonesia kepada mahasiswa-mahasiswa di kampus tempat sodara saya kuliah. Hasilnya yah gak jauh beda dari apa yang saya duga. Kebanyakan mereka gak tau apa-apa tentang dunia luar. Ada yang bilang “kalo mao dikenal ya harus perang dulu”. Mampus gak tuh? Pas pertanyaan “anda tau Bali?” Hasilnya 99,9% tau Bali. Tapi… 99,9% gak tau kalo Bali itu bagian dari Indonesia. Itu juga berlaku untuk negara2 lain. Mereka cuma taunya football, baseball dll.
Orang amrik terlalu bangga dengan statusnya. Suatu kali saya pernah jalan2 ke Hong Kong. Ketemu orang amrik. Terus saya tanya, “dateng dari mana?” Dia bilang San Diego. Pas kali ini saya maksudnya mo ngajak becanda, saya tanya lagi, “San Diego itu dimana?”. Dia jawab, di amrik. Saya tanya lagi, “Amrik itu dimana?”. Lha dia marah. Cukup keliatan dia kesal karena saya ‘gak tau’ dimana amrik. Wakakakaka…
Government-nya amrik itu terlalu banyak maunya. Dulu pas jepang kalah perang, jepang dibantu perekonomiannya dengan harapan akan banyak barang amerika yang bisa masuk ke jepang. Eeelah-ndalah… sekarang banyak banget mobil jepang yang berseliweran di amrik. Dan amrik gak seneng kan dengan itu?
Okay. Diatas itu cuma contoh doank. Lainnya bisa dicari sendiri.
Dan untuk ‘saudara’ Hasan Bakri (moga2 anda cukup pintar untuk klik link yang saya kirimkan sehingga anda bisa melihat blog ini), saya rasa anda itu bermental KERUPUK BASI. Udah alot masih ditelan juga. Makanya yang bisa anda keluarin itu cuma kentut. Bau!
Anda bilang anda kerja di amrik dan bisa ngumpulin 8000 dolar sebulan. Kalo sepuluh bulan kerja berarti 80.000 dolar. Tapi kok nyumbang untuk bencana di indonesia cuma 1000 dolar. Itupun keroyokan ama teman2 lagi… Berapa orang? 100 orang? Sebenarnya niat nyumbang gak sih? Saran saya mendingan gak usah nyumbang kalo gak niat. Pake nulis “SAYA TIDAK MEMBANGGAKAN HAL INI” lagi. Lha kalo udah ditulis gitu apa gak bermaksud nyombong? Dasar pelit!
Kakak saya gak cukup beruntung pas datang ke amrik. Dia ditipu waktu membeli kamera. Padahal belinya di B&H Photo Supplier yang paling besar iklannya dan kata orang paling bagus (yang ngomong orang amrik sih. Waks!). Anda bilang cuma orang bodoh bin bloon aja yang beli ditoko kecil. Lah.. kalo toko yang gedenya kayak gitu aja udah parah, gimana yang kecil? Pernah denger kan kalo belanja di NYC lebih parah dari Hong Kong dalam hal tipu-tipu?
Saudara Hasan Bakri, apa anda bisa mengajarkan kepada saya gimna caranya jadi kreatif? Apa semua yang ada kasih tau di forum itu merupakan pengalaman anda sendiri?
Melanggar lalu lintas, anda lakukan?
Menyuap polisi, anda lakukan?
Parkir ditempat khusus orang cacat, juga anda lakukan?
Ke bioskop porno, pernah pergi juga?
Ketangkep masturbasi di bioskop, juga pernah?
Belanja di sexshop, sering?
Having sex dengan pasangan dibawah umur, pernah juga?
Terlibat pelecehan sexual, pernah?
Maaf ya? Maksud saya.. kan biasanya orang yang pernah melakukan yang bisa menceritakan dengan sangat baik seperti anda.
Owh.. Okay… Okay… Taruhlah anda cuma denger dari temen anda saja. Yaaach.. pantes aja. Berteman kok sama orang2 kayak gitu doank. Wakakakaka… Udah ah. Lama-lama males. Ciao Mr. Hasan Bakri…
Wrote by Juminten 1 comments
... selingan!
Menurutku,
kita adalah pertalian kata-kata
jalinan jemari hanya ada di udara
maka ketika kau diam
duniaku ikut senyap lalu runtuh
dan kau berkata,
Dasar tuan putri bodoh!
padahal aku hanya ingin memelukmu dalam diam,
jadi berhentilah menangis.
Ingatlah bahwa romeo-juliet mati konyol
gara-gara mereka gak cek nadi masing-masing.
maukah kamu kita seperti itu?
Wakakakaka…
aku bener-bener tertawa lebar membayangkan kamu mengatakan itu.
tapi aku ingat,
aku ini si penggugat.
jadi kutanya kau,
bagaimana caranya aku mengecek nadimu
jika langit membentang menjauhkan kedua lengan kita?
Wrote by Juminten 4 comments
Sunday, July 6, 2008
MatahariKU
Matahari, simbol kehidupan yang disembah dihampir setiap peradaban kuno dunia. Dewa Amun oleh bangsa Mesir. Tezcatlipoca oleh Bangsa Aztec. Xiuhtekutli di Meso-Amerika. Begitu juga di Jepang.
Matahari memegang peranan penting dalam kegiatan manusia. Apalah hari tanpa matahari. Hari tanpa sang surya bukanlah hari (day). Jika begitu tidaklah mengherankan bagi manusia jaman dulu untuk mengaguminya, menjadikannya dewa, memujanya, bahkan tidak sedikit pemuja yang memberikan nyawanya sebagai pengorbanan untuk matahari agar tetap bersinar.
Jika manusia modern sekarang berpikir bahwa Tuhanlah pencipta kehidupan di bumi, dan Tuhan juga yang akan mendatangkan ‘hari terakhir’ bagi kehidupan bumi, mereka salah besar! Mataharilah yang memberikan kehidupan bagi bumi. Termasuk oksigen yang kita hirup setiap harinya.
“Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi”
Kejadian 1:1
Pada mulanya adalah matahari. Satu dari miliaran bintang di galaksi Bimasakti. Matahari, bongkahan massa dengan pembakaran hidrogen terus menerus mengikat planet-planet disekelilingnya untuk mengabdi, setiap tahun sepanjang hidup untuk mengelilinginya dalam lintasan elipse yang disebut orbit. Sampai sekarang kita mengenal delapan pengikut tetap sekte pemuja matahari.
Beruntunglah bagi bumi. Tahta yang tersedia untuknya berjarak sempurna bagi cahaya dan panas matahari untuk memancarkan energinya. Dimulai dari makhluk bersel tunggal pertama sampai puluhan ribu tahun evolusi untuk menghasilkan koloni besar bagi planet bumi hingga sekarang.
Jika begitu, manusia jaman dulu mengambil langkah yang bijaksana untuk memuja matahari sebagai dewa. Alur berpikir yang tepat menunjukkan bahwa masuk akal untuk memuja matahari jika mengetahui apa yang telah dilakukan sang surya untuk kehidupan ini.
Yang menjadi masalah adalah: apakah manusia pada saat itu sudah mengetahui rahasia kehidupan ribuan tahun sebelum manusia modern mengetahuinya? Bandingkanlah dengan manusia sekarang yang mengaku tidak lagi berpikiran primitif namun dengan butanya menaruh kepercayaan pada suatu sosok tuhan sebagai pencipta yang sama sekali tidak memiliki dasar apa-apa. Iman, mereka menyebutnya. Masuk akalkah?
T.H.I.N.K!
Aku memuja matahari karena keindahannya. Mulai dari ia bersinar diufuk saat fajar, sampai terbenamnya di pesisir barat, aku mengaguminya. Kecantikan dari bintang tunggal tata surya.
Aku sangat berterima kasih kepada Galileo yang telah menemukan cara mengobservasi matahari. Dengan begitu, aku bisa melihat matahari dengan mata telanjang, seperti sedang menelanjangi diri menatap apa yang telah ada sebelum kehidupan ada.
Sejak SD aku mulai bermimpi tentang matahari. Sejak aku mengaguminya ketika aku memiliki kesempatan melihat gerhana melalui proyeksi bidang datar yang diberikan pamanku. Mimpi itu terkadang berulang dan semakin sering hingga sekarang.
Pada mimpi itu, aku berada pada sebuah ruang dengan kegelapan total. Aku memandang diriku melayang dalam kehampaan. Tiba-tiba muncullah sinar dan semua benda angkasa mengapung disekitarnya. Matahari, Merkurius, Venus, Mars, dan planet luar lainnya. Aku menduduki bumi. Aku menggantikan bumi.
Sinar itu begitu indah, membuatku ingin terus menatapnya. Sinar itu seakan memberikanku energi untuk terus terikat dalam sebuah lintasan orbit, mengelilinginya dan tak pernah terlepas. Begitu juga dengan planet lainnya. Semakin lama, semakin dekat. Ketika aku mencapai jarak terdekat dengan matahari, aku mencoba meraihnya. Tiba-tiba saja aku terdorong arus untuk semakin medekatinya, aku bisa merasakan panasnya membakar tubuhku. Untuk keindahannya, seakan aku rela memberikan hidupku untuknya. Daya gravitasi mendorongku mendekatinya dan bersatu dengannya, Sang Kehidupan.
Mimpi itu selalu berakhir ketika aku bangun. Energi persatuan dengan sang surya membuatku bersemangat mencari tahu lebih jauh tentang astronomi, dan juga bangsa yang telah memujanya bagaikan dewa.
Disinilah aku sekarang, memujanya, dan memuja bangsa yang telah memujanya.
Wrote by Lo 2 comments
SOAL PERSEPSI 1 - Menjawab Wisnu Murti dan Sedikit tentang Tuhan
Kenyataan itu adalah subjektif. Kepercayaan itu subjektif. Begitu juga pemahaman. Ketika Wisnu Murti mengatakan bahwa agama ataupun alien adalah persoalan persepsi, itu betul, namun tidak berhenti sampai disitu saja.
Persepsi adalah hasil pemrosesan dari sensasi yang kita rasakan melalui indera. Sedangkan indera mungkin saja salah(walaupun tetap saja dianggap benar oleh orang tersebut karena persepsi itu subjektif). Atau fakta yang terlihat terlalu samar sehingga menimbulkan kesalahan dalam persepsi yang disebut ilusi.
Lucu sekali memang jika pola pikir kita merujuk kepada persepsi sebagai pengambilan keputusan kebenaran suatu ‘fakta’. Kalau begitu buat apa kita berpikir? Buat apa dalam metodologi penelitian menjunjung objektifitas sebagai syarat utama ketika ketika kita mengetahui tidak ada yang objektif. Objektif adalah ketika kita berpikir secara subjektif, objektif berdasarkan sudut pandang peneliti (which is persepsi si peneliti). Kalau begitu buat apa kita membeli buku-buku filsafat, buku teori-teori (bukan pasti) jika sebenarnya kita ‘cuma’ membaca persepsi orang lain – yang BELUM TENTU BENAR – dan lebih jauh persepsi orang lain yang mungkin berbeda dengan persepsi kita.
Hehe, terus terang aku lum baca tuh novel itu.
Pertama kali aku menganggap agama adalah kebohongan adalah ketika aku mengetahui keberadaan mitos. Menurut aku agama adalah PERSEPSI manusia ketika dengan kemampuan primitif manusia pada jaman itu mereka tidak bisa menjelaskan apa yang mereka liat, misalnya gunung berapi maka mereka mempersepsikan kemarahan dewa dalam letusannya. Kemudian muncullah pertanyaan-pertanyaan akan kehidupan yang dicoba dijawab melalui agama. Tapi kok agama ada banyak yah? Dan yang lebih ngebingungin lagi setiap agama menawarkan jalan keselamatan, kaya sales yang menawarkan produknya yang paling ‘benar’ dibandingkan dengan produk lainnya. Yang mana dunk yang benar? Persepsi yah?! :) IYA! Pinter-pinter nya aja orang jaman dahulu – baca:nabi - merumuskan cerita keselamatan yang paling masuk akal (oh yeah? Haha) dan paling bisa diterima oleh masyarakat saat itu (kita lihat adanya unsur kepentingan dan unsur politik didalamnya).
Oke, aku berhenti disini. Jawabannya jelas PERSEPSI! Untuk apa coba diuraikan panjang lebar lagi. Untuk apa coba dijabarkan secara komprehensif. Toh jawabannya sudah didapatkan.
Ayo kita ngomong tentang persepsi lagi. Dah baca God’s Delusion dari Richard Dawkins? Dalam buku itu Dawkins berargumen bahwa kepercayaan kepada Tuhan hanyalah kesalahan, dan menjadi delusi. Percaya sesuatu ada tetapi sebenarnya tidak ada, jadi kejadian apapun walaupun sebenarnya ga ada tuhan2nya selalu dikaitkan ke tuhan (misalnya rejeki). Benar ga tuh? Menurut aku sih benar haha! Tapi jika kita kritis, berarti sebenarnya buku itu hanyalah persepsi si Dawkins dunk? Terus klo cuma persepsi, lalu?
Aku tidak berhenti sampai disitu. Anggaplah aku membela diri. Manusia memiliki apa yang disebut dengan kemampuan kognitif. Kemampuan untuk menalar! Mengambil kesimpulan dari fakta-fakta (atau persepsi-persepsi) yang ada. Dan itulah yang aku lakukan dan aku bagikan. Hehe, ga berhenti sampai persepsi doank Wisnu ;p wekk! Nalar dunk.. Nalar.. Logis lah.. Skeptis..
Maka ketika kita membaca tulisan Dawkins tentang tuhan, nalarlah, lihat premis-premisnya, tarik kesimpulan. Ada yang dinamakan hukum sebab akibat, ada sebab maka ada akibat.
Akibat: dipecat dari pekerjaan.
Sebab: Kurang performa? Membuat kesalahan? Atau tuhan memiliki rencana berbeda untuk hidup ini?
Klo dilihat dari kejadian diatas, pasti sebab terakhir selalu masuk kedalam pikiran orang percaya tuhan, padahal kalau dilihat secara logis ga ada hubungannya dengan tuhan kan? (pasti dikecam sama orang yang percaya karena menurut persepsi mereka ADA HUBUNGANNYA dengan tuhan).
Ketika dikatakan bahwa tuhan itu BAIK. Nalarlah! Kelaparan, peperangan apakah itu bukti bahwa tuhan baik? Oke mungkin hal tersebut dicari dan dibuat oleh manusia. Bagaimana dengan kecacatan?? Baik-kah Tuhan itu?? ^^
T.H.I.N.K!
The hell care semua orang memberikan alasan apapun tentang kebaikan tuhan, apa yang aku lihat (dan kita semua bisa lihat) tetap saja mengindikasikan bahwa tuhan itu tidak baik! (Coba-coba komen dunk, aku takutnya cuma persepsi aku aja yang mengatakan bahwa tuhan itu tidak baik :D haha!)
Persepsi sih persepsi tapi jangan berhenti sampai situlah. Walaupun ketika kita menalar secara logis yang dipakai adalah kembali lagi persepsi kita, orang yang mencari kebenaran dan mencintai pengetahuan akan terus berpikir dan mempertanyakan kembali persepsi yang ia miliki. Apakah persepsi yang AKU miliki sudah benar! Dan ga ada kata ‘percuma’ untuk kembali tahu atau mengisi pengetahuan, even membagi persepsi kepada orang lain. Karena dengan itulah kita bisa menyempurnakan belief (bukan lagi sekedar persepsi) yang kita miliki.
Peace!
Wrote by Lo 5 comments












