Apa itu dosa? Pernahkah kita mendapat suatu definisi yang jelas dari dosa?
Dosa itu adalah ketika manusia melanggar aturan Allah. Melanggar perintah Allah.
Cerita 1.
Diambil dari buku ’basic instinct’ (bukan novel loh, tapi buku scientific yang bercerita mengenai agresi sebagai sifat dasar manusia). Seorang remaja wanita X berusia sekitar 14 tahun, besar dalam keluarga single mother, tertutup, selalu takut pergi ke sekolah karena ada teman wanita yang selalu mengejeknya, selain secara verbal teman wanita itu juga sering mem’bully’ X secara fisik. Pada suatu hari, X benar-benar tidak ingin sekolah karena takut dikerjai. X mencoba mengkomunikasikan dengan ibunya, namun sang ibu memaksa X untuk sekolah dengan mengancam. Karena sangat takut, X memutuskan untuk membawa pisau kesekolah untuk jaga2 jika temannya itu berani mengganggu dirinya. Seperti keseharian biasa, teman X mengejek di dalam bus sekolah, X terlihat sangat terganggu akhirnya mengeluarkan pisau dan menusuk dada temannya tersebut. Ketika X ditanya mengapa ia melakukannya, X menjawab ’tidak tahu’ dan sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.
Dosakah X?
Untuk apa kita hidup? Untuk bertahan hidup.
Spesies manusia termasuk didalam animal kingdom. Ketika seekor hewan menghadapi predator (yang menyebabkan hewan tersebut takut), maka ada 2 hal yang akan dilakukannya: menghindar/ melarikan diri (flee) dan melawan (fight).
X dari cerita pertama, melakukan keduanya. Ketika menghindar sudah tidak lagi bisa ia lakukan, ia mencoba untuk melawan. Walaupun perlawanan yang dilakukan X sangat ekstrim (membunuh), namun cukup masuk akal jika ia melakukan hal tersebut karena rasa takut yang sudah tidak bisa lagi ia tahan.
Tidak heran banyak berita yang mengabarkan pembunuhan hanya dikarenakan sang pacar menerima sms dari lelaki lain. Hanya hal sepele (bagi yang mendengarnya), namun tidak bagi laki-laki itu! Menurutnya yang dilakukan oleh sang pacar sudah menimbulkan rasa sakit yang dalam, sehingga ia memutuskan untuk melawan.
Coba bayangkan diri Anda berada dalam duel koboi namun menggunakan pisau. Lawan Anda adalah seorang perampok yang akan membinasakan siapapun juga yang menghalanginya, ia akan menghabisi nyawa Anda! Mungkin kali pertama, Anda masih mencoba untuk melarikan diri. Perampok sedemikian semangat mengejar Anda, sehingga akhirnya berhasil membuat Anda tersudut. Dengan senyumnya yang penuh kekejian dan kepuasan menodongkan pisaunya keleher Anda. Mungkinkah Anda akan menyelamatkan nyawa Anda dengan membunuh perampok itu terlebih dahulu jika ada kesempatan? Atau Anda langsung membuang pisau tersebut, dan berkata, ”Bunuh saja aku, karena aku tidak ingin menyakitimu apalagi membunuhmu, itu dosa”. Apa yang akan Anda lakukan?? Saya percaya opsi kedua akan menjadi opsi terakhir yang akan Anda pilih.
Kembali pada X dan laki-laki yang membunuh karena cemburu. Mereka berdua sedang dikejar-kejar oleh perampok yang tadi diandaikan juga mengejar Anda. Mereka sudah mencoba melarikan diri, sekuat yang mereka bisa, secepat yang mereka mampu. Sampai akhirnya tetap terpojok. Kemudian mereka memilih opsi yang juga Anda pilih, to fight.
Mungkin didalam kepala Anda sekarang penuh dengan argumen ’tapi khan’. Tapi kan kalau soal perampok nyawa saya jadi taruhannya, noh kalo yang ntu cuma sms, cuma ejekan.
Sebesar apa sih stimulus perampok ketika Anda berkata, ’ini soal hidup dan mati bung!’
Aku percaya setiap manusia diciptakan beragam. Ada yang intelegensinya tinggi sampai down syndrom, ada yang kaya sampe turunan ketujuh sampai miskin mampus, dsb. Yang kita hadapi disini adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan emosi yang rendah (dari lahir, atau memang tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengembangkan kecerdasan emosi). Mereka mudah tersinggung, mereka mudah merasa takut, mereka tidak memiliki kendali atas diri mereka sendiri. Keragaman ini mungkin menjadikan sms yang menurut kita hal sepele menjadi persoalan hidup dan mati bagi mereka!
Bagi mereka yang kecerdasan emosinya rendah mungkin bisa diandaikan seperti hamsternya mamaku. Menurut aku, mama sangat sayang sama hamster itu sampai selalu diberi makanan yang terbaik, disayang-sayang, diajak jalan-jalan. Bahkan kalau lagi ga nafsu makan diberikan puding khusus hamster yang harganya mahal bangget! Tapi klo mama gendong, itu hamster tetep aja gigit mama. Padahal stimulus ’tangan’ mama itu untuk menyayang loh (sederhana, sepele, seperti stimulus sms atau ejekan), tapi dalam kacamata tikus mao disayang kek, atau apa kek, tetap saja itu tangan mengerikan seperti mau mijit gue sampe mati. Dalam kacamata para hamster tangan mama adalah ancaman bagi kehidupannya!
Pertanyaannya:
(1) Jadi, apakah X dosa?
Ya tetep dosa dunk. Kan membunuh! Perintah tuhan kan jangan membunuh! Walaupun sebenarnya X diciptakan dengan kecerdasan emosi yang rendah, kemampuan menalar moral yang lemah, dsb, tetap saja dosa karena membunuh.
(2) Seberapa besar dosa yang X pikul ketika kita sudah mengetahui bahwa X tidak serta merta memiliki keinginan ’jahat’ untuk membunuh, hanya refleks ketika menghadapi ancaman saja?
Hehe.. Ga tau de.. Bukannya ga ada dosa ringan atau berat? Dosa ya dosa.
(3) Yaudah de, karena kita tidak bisa mengukur kadar dosa, gimana kalau kita mencoba menilai kesalahan X. X itu sebenarnya pantas disalahkan atau tidak? Dengan kecerdasan emosi yang rendah sehingga dalam kacamata X, ia hanya mencoba membela diri terhadap ancaman?
Entahlah. Jika saya dalam posisi dia, dengan kecerdasan emosi yang sama rendah, dengan situasi yang sama, mungkin saya akan melakukan hal yang sama.
Keluaran 20:13
”Jangan membunuh”
(Tambahan dari Lora: kecuali dalam peperangan menduduki tanah perjanjian (keseluruhan Perjanjian Lama hanya untuk menduduki tanah Kanaan, bangsa Israel bahkan Tuhan sendiri membunuh bangsa-bangsa lain); kecuali dalam peperangan mempertahankan nama baik agama (perang salib); kecuali membunuh orang yang tidak seiman; kecuali orang tersebut dengan tidak sengaja menjatuhkan tabut perjanjian tuhan (1 Sam : ); kecuali membunuh eksistensi seseorang dengan gosip dan fitnah; kecuali Aku (TUHAN) sendiri yang melakukannya karena Akulah Tuhan Maha Kuasa HAHAHA (wow justifikasi banget, atau munafik, ngelarang orang lain tapi diri sendiri melakukannya?! 1 Sam 6: 19 dll)).
(Gambar diambil dari testtriffic.com)
Terpujilah Tuhan!